LAPORAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Jumat, 25 Oktober 2013
Share this Article on :

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang 
Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Asam dan Basa cukup penting bagi kita. Secara umum zat-zat yang termasuk asam mempunyai beberapa ciri yaitu rasanya asam, pH < 7 misalnya asam sitrat pada jeruk dan asam cuka. Sedangkan basa pada umumnya mempunyai sifat licin, terasa pahit, pH > 7 misalnya pada sabun. 
Air merupakan elektrolit sangat lemah yang terionisasi menjadi ion H+ dan ion H-. Dalam air, Asam melepaskan ion H+ sedangkan basa melepaskan ion OH-. Dalam air asam kuat dan basa kuat terionisasi seluruhnya. Sedangkan asam lemah dan basa lemah hanya terionisasi sebagian. PH larutan menyatakan konsentrasi H+ dalam larutan. Penetralan asam oleh basa menghasilkan air, menurut BRONSTED LOWRY asam merupakan donor proton (H+) dan basa merupakan akseptor proton (OH-). 
Di laboratorium asam dan basa secara sederhana dapat dikenali dengan menggunakan berbagai indikator, seperti Indikator Alami dan Indikator Buatan. Salah satu Indikator yang umum dan sering digunakan yaitu Kertas Lakmus. Kertas Lakmus akan berwarna merak ketika dimasukkan ke larutan yang bersifat asam. Dan saat lakmus dicelupkan ke larutan basa warnanya akan berubah menjadi biru.. Beberapa Larutan asam dan basa merupakan larutan elektrolit, sehingga didalam air akan terurai menjadi ion-ionnya. Apakah yang menyebabkan suatu larutan bersifat asam, demikian pula apa penyebab suatu larutan bersifat basa. 
B.Tujuan dan Manfaat
Pada dasarnya tujuan dan manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi target yang hendak dicapai dalam setiap kegiatan. Selain itu diharapkan juaga makalah ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Oleh karena itu bagaimana kecilnya suatu kegiatan mesti memiliki tujuan dan manfaat tertentu. 

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elekrolit

1.    Pengertian larutan
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut adalah zat yang terdispersi ( tersebar secara merata ) dalam zat pelarut.Zat terlarut mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran. Ini biasa di sebut dengan solute. Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau ( fase pendispersi ) komponen – komponen zat terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak dalam campuran. Zat pelarut di sebut solvent.
2.    Pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
1. Larutan elektrolit
adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelmbung gas dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala – gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit.
2. Larutan nonelektrolit
 adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu tidak menyala pada alat uji. Larutan yang menunjukan gejala – gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan nonelektrolit.








B.Perbedaan Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara spesifik. Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya ( daya ionisasinya ), larutan dibedakan dalam dua macam yaitu : larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

1.Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. Larutan tersebut dibedakan atas :

A. Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat yaitu :
1)Asam-asam kuat seperti : Hcl, Hcl O2, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
2)Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti : NaOH, KOH, Ca (OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
3)Garam-garam yang mudah larut, seperti : NaCl, KI, AL dan lain-lain.
B. Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar : 0 < alpha < 1. 
Yang tergolong elektrolit lemah adalah :
1)Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.
2)Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2, dan lain-lain.
3)Garam-garam yang sukar larut, seperti : Agcl, cacro4, PbI2, dan lain-lain.



2. Larutan non elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya didalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion) tergolong kedalam jenis ini. Misalnya :
a.Larutan urea
b.Larutan sukrosa
c.Larutan glukosa
d.Larutan alkohol dan lain-lain


3 .Perbedaan Larutan berdasarkan Daya hantar listrik

       Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi dua golongan yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
Perbandingan sifat-sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit :
Larutan Elektrolit
Larutan non Elektrolit
1. Dapat menghasilkan listrik.
1. Tidak dapat menghantarkan listrik.
2. Terjadi proses ionisasi (teruari menjadi ion-ion)
2. Tidak terjadi proses ionisasi.
3. Lampu dapat menyala terang, atau redup dan ada gelembung gas.
3. Lampu tidak dapat menyala dan tidak ada gelembung gas.




C.    Jenis – jenis larutan berdasarkan daya hantar listrik
1.    Larutan elektrolit kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion – ion karena terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi (ά ) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ά ) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
1.         Asam – asam kuat
2.         Basa – basa kuat
3.         Garam – garam yang mudah larut
Ciri – ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan menyala terang dan  timbul gelembung – gelembung di sekitar elektrode. Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif ( kation ) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus electron. Pada saat di lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, electron tersebut dapat di hantarkan melalui ion – ion dalam larutan, seperti ddihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji elektrolit akan menyala. Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, NaOH, KOH, dan NaCL.
2.      Larutan elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < ά > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion – ion ketika larut dalam air. Yang tergolong elektrolit lemah adalah :
1.    Asam – asam lemah
2.    Garam – garam yang sukar larut
3.    Basa – basa lemah
Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi menimbulkan gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah larutan ammonia, larutan cuka dan larutan H2S.
3.      Larutan non elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion – ion ( tidak mengion ). Yang tergolong jenis larutan ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain – lain.
 D.RANGKAIAN ALAT UJI LARUTAN ELEKTROLIT
Alat :
  1. Lampu 6 volt
  2. Kabel
  3. 4 buah baterai berukuran besar (@1,5 volt)
  4. Tempat bohlam
  5. Kardus untuk tatakan
  6. 2 buah karbon (Isi baterai besar)
  7. 20 gelas plastik
Bahan Uji Coba :
  1. Garam
  2. Gula
  3. Larutan Garam
  4. Larutan Gula
  5. Air kran
  6. Air minum
  7. Cuka
  8. Air sabun
  9. Air teh
  10. Fanta
  11. Larutan pemutih
  12. Larutan soda kue
Membuat Alat Uji Larutan Elektrolit :
1. Rangkai baterai sesuai dengan kutubnya secara horizontal (mendatar).
2. Hubungkan baterai dengan kabel pada ujung kutub, dengan menggunakan lakban atau solder.
3. Di antara kabel yang berhubungan dengan kutub positif (+) dipasang lampu.
4.  Kemudian pasang karbon diujung kabel positif dan negatif, dengan menggunakan lakban atau solder.
5. Kemudian alat tersebut rekatkan pada alas yang sebelumnya telah dibuat.
6. Hias alas dengan kreativitas masing-masing.
7. Alat siap digunakan untuk uji coba.
TABEL UJI COBA
No
Nama Bahan
Data Pengamatan
FOTO
Nyala lampu
Gelembung
 1.
Gula
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: 2013-01-24 13.38.09
 2.
Garam
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: garam
 3.
Larutan gula
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: afhgaj
 4.
Larutan Garam
Menyala
Ada gelembung
 Description: page
 5.
Air kran
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: 2013-01-24 14.06.02
 6.
Air minum
Tidak menyala
Sedikit gelembung
 Description: 2013-01-24 14.08.42
 7.
Cuka
Tidak menyala
Sedikit gelembung
 Description: gfj
 8.
Air Sabun
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: jfjy
 9.
Air teh
Tidak menyala
Tidak ada gelembung
 Description: adfbajsf
 10.
Fanta
Tidak menyala
Tidak ada gelembung–> yang terlihat pada foto adalah gelembung fanta, bukan gelembung dari karbon
 Description: gggg
 11.
Larutan pemutih pakaian
Nyala redup
Sedikit gelembung
 Description: pemutih saja
 12.
Larutan soda kue
Nyala redup
Sedikit gelembung
 Description: soda kueee


BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN  

          Berdasarkan hasil penelitian kami, kami menyimpulkan bahwa bahan yang mempunyai nyala lampu dan gelembung pada batang elektroda atau hanya yang mempunyai gelembung saja termasuk dalam larutan elektrolit. Sedangkan yang tidak menghasilkan nyala lampu atau gelembung termasuk dalam larutan non-elektrolit. Pada larutan elektrolit, semakin tinggi konsentrasi kandungan zat pada larutan, akan menghasilkan nyala lampu semakin terang.




Artikel Terkait: